CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 27-01-2021 20:25:48

Beberapa waktu lalu kita sudah membahas tentang akrilik sebagai bahan yang dapat diproses oleh Laser Cutting. Penggunaan akrilik sangat luas di berbagai sektor, seperti : medis, industri, rumah tangga, perabotan makanan, dll. Akrilik banyak digunakan sebagai pengganti kaca. Misalnya saja untuk kacamata. Kacamata kini lebih banyak menggunakan akrilik sebagai lensanya daripada kaca.

Mengapa akrilik lebih dipilih daripada kaca? Ini beberapa alasannya:

1. Bobot

Akrilik lebih ringan daripada kaca. Berat jenis akrilik beriksar dari 1150 – 1190 kg/m3, sedangkan kaca berkisar 2400 – 2800 kg/m3. Untuk dimensi yang sama, akrilik bisa setengah kali lebih ringan daripada kaca!

2. Tahan benturan

Akrilik lebih tahan benturan daripada kaca, itu karena sifat viscoelastis dari akrilik. Viscoelastisitas menunjukkan kemampuan material kembali ke bentuk semula setelah waktu tertentu. Hal tersebut yang menyebabkan akrilik lebih elastis dan fleksibel.

3. Sifat Isolasi Termal

Akrilik tidak menyerap panas matahari dengan baik seperti halnya kaca. Jika Anda memelihara ikan di akuarium, maka Anda pasti mempertimbangkan hal ini. Akrilik dapat menahan panas 20% lebih baik daripada tangki kaca.

4. Produksi

Akrilik lebih mudah dimodifikasi, seperti ditekuk atau dipotong menggunakan mesin laser cutting. Berbeda dengan kaca yang harus melewati fase peleburan.

5. Transparan

Akrilik mirip seperti kaca. Keduanya sama – sama tembus pandang. Namun, kaca hanya dapat ditembus oleh cahaya sebesar 80 – 90%, semakin tebal kaca cahaya yang dapat ditembus semain berkurang dan menjadi berwarna kehijauan. Akrilik dapat ditembus cahaya sebesar 92%, dan juga akrilik tidak berubah warna menjadi kuning ketika terpapar oleh matahari dalam jangka waktu yang lama.

6. Aman / Foodgrade

Akrilik aman untuk tempat penyimpanan makanan, sebab mikroorganisme tidak dapat hidup pada permukaan akrilik. Contohnya akuarium berbahan akrilik tidak akan berlumut, sedangkan akuarium berbahan kaca akan ditumbuhi lumut pada permukaannya.

7. Mudah tergores

Memang akrilik mudah tergores daripada kaca, namun akrilik dapat dipoles hingga menjadi halus kembali.

Semoga bermanfaat sebagai bahan pertimbangan Anda!

Wall art dapat menambahkan unsur seni pada rumah, kantor atau bangunan kita dapat membuat ruang kita terasa lebih indah, berseni, dan berkarakter. Hiasan seni di dalam ruangan mengusung tema tertentu, sehingga dapat membuat ruangan kita terasa modern, atau klasik. Feminin, atau maskulin. retro, atau futuristik.

Kali ini kita akan lebih membahas tentang memilih Artwork untuk dekorasi dinding di ruang kita. Agar efek yang dihadirkan artifak seni kita lebih terasa, kita perlu memperhatikan beberapa hal  BAHKAN SEBELUM kita mulai memilih benda seni.

1. Sesuaikan Tema / Nuansa

Seperti disinggung di atas, banyak sekali pilihan tema yang dapat dihadirkan pada suatu ruang. Namun seperti kata orang: ‘Less is More’. Karena itu, jangan sampai kita menghadirkan terlalu banyak tema dalam satu ruangan. Hasilnya pastilah sangat distracting, dan terkesan norak.

Karena itu, mantapkan dahulu tema apa yang hendak kita hadirkan dalam ruangan tersebut. Apakah klasik? Minimalis? Feminin?

Kita dapat memilih hiasan dinding seni sesuai dengan tema tadi. Misal, untuk tema klasik, kita bisa menghadirkan lukisan dengan pigura ala eropa. Lain halnya untuk tema minimalis. Lukisan yang kita pilih mungkin lebih dominan putih-hitam dengan pigura tipis sederhana.

Maskulin? Mungkin kita bisa memilih artwall bertekstur kayu tebal atau dari besi virkan.

Futuristis? Pilih hiasan dinding bergaris lurus dengan paduan permainan cahaya LED strip yang mengingatkan kita pada interior Star Trek Enterprise atau Orville.

Jelas, gambar atau bentuk yang ditampilkan wall art pun hendaknya sesuai dengan tema yang diusung. Jangan sampai, ketika kita memilih nuansa klasik tapi menampilkan gambar doraemon pada dinding kita.

2. Sesuaikan Ukuran

Ukuran wall art sama halnya dengan ukuran furnitur di dalam ruangan. Besar kecilnya dapat membuat suasana terasa sesak, atau sebaliknya, terlalu kosong. Jangan sampai wall art kita terlalu besar, atau terlalu kecil relatif terhadap bidang dinding kita. Kita akan membahas khusus mengenai memilih ukuran wallart di artikel selanjutnya.

3. Sesuaikan Warna

Perhatikan warna dominan di dalam ruangan Anda. Perhatikan pula warna pencahayaan di dalam ruangan. Apakah ruang itu mengandalkan lampu? Apa warna lampunya? Putih, atau kuning? Atau lebih mengandalkan cahaya matahari? Bagaimana interaksi cahaya tersebut dengan dinding, lantai, dan furniture di sekitarnya?

Ingat, ruangan kita mungkin memiliki 2-3 warna yang cukup dominan. Lebih dari 3 warna dominan mungkin sudah terlalu ramai. Jadi, jika kita memilih warna untuk Wall Art, biasanya kita mencocokkan warnanya dengan 3 warna dominan tersebut. Kita bisa menggunakan beberapa strategi:

  1. Warna hitam, biasa digunakan untuk menonjolkan warna lain
  2. Warna abu-abu, menimbulkan kesan hangat saat dibenturkan dengan warna-warna terang
  3. Warna emas untuk kesan mewah
  4. Gunakan roda warna (Color Wheel) untuk mencari warna yang selaras dengan warna-warna dominan ruang kita.